Sinopsis Kisah "Mahabharata" (Indonesian Version)


Mahabharata


Inti cerita Mahabharata ialah sejarah bangsa bharata yang terdiri dari 24.000 seloka.Tetapi dengan peredaran zaman,bermacam-macam cerita dogeng dimasukkan kedalamnya,misalnya dogeng tentang bharmana,,wisnu dan siwa.Ia bukan epos biasa lagi,ia sudah menjadi buku suci orang hindu,buku suci yang menerangkan cara hidup orang hindu,susunan masyarakat dan politiknya.seorang sarjana hindu berkata.”apa yang terdapat diindia,juga terdapat dalam mahabharata.
Mahabharata juga dianggap sebagai buku Rigveda yang kelima yang boleh dibaca oleh semua orang.karena ini pula,banyak orang hindu yang tidak berpelajaran,juga mengetahui serba sedikit tentang kebudayaan diri sendiri melalui Mahabharata.
Menurut tradisi,Vyasa adalah penyair dan penyusun Mahabharata.sesudah siap disusun.Mahabharata diajarkan kepada suka anak Vyasa sendiri dari murid-muridnya.para sarjana membuat penyelidikan telah mengemukakan bermacam-macam teori tentang Mahabharata.ia menceritakan orang-orang yang sempurna dan peperangan yang banyak meminta korban jiwa.
Mahabharata juga pernah memberi ilham kepada penyair-penyair sansekerta.pada abad ke-6,seorang penyair,bharavi,telah menyusun Kiratarjuna yang mengisahkan bagaimana Arjuna pergi bertapa untuk memperoleh senjata ajaib.Mahabharata juga pernah disadur  kedalam bahasa daerah di Indiapada abad ke-10,Mahabharata telah disadur kedalam bahasa tamildan diberi judul Perundevanar.pada masa ini,hampir  semua bahasa di India mempunyai versi Mahabharata sendiri.

Ringkasan Mahabharata

Syantanu raja Hastinapur(Delhi) pergi berburu dan menemui seorang perempuan yang cantik sekali ditepi sungai.Perempuan itu dikawininya.Dia juga berjanji tidak akan menegur barang perbuatan istrinya.Hatta perempuan itu pun beranaklah tetapi anaknya itu satu persatu dihanyutkan nya kedalam sungai.Ketika dia hendak menghanyutkan anaknya kedelapan,Syantanu melarangnya.
Selang beberapa lamanya,syantanu pergi berburu pula.Kali ini dia bertemu dengan Satyawati,anak perempuan seorang raja pengali.Raja pengali itu siap memberikan anak perempuannya kepada Syantan.Jika Syantanu berkaul akan merajkan anak Satyawati dalam negri kelak.
Hatta syantanu pun mangkatlah dan disusul oleh anaknya tidak lama kemudian.Anaknya meninggalkan dua orang istri,yaitu Ambika dan Ambalika.Mereka berdua disuruh untuk mengadakan hubungan dengan pertapa yang bernama Vyasa yang janggutnya panjang sampai ketanah dan badanya busuk pula.Anaknya yang dilahirkan itu bernama Pandu,menjadi besar.Sesudah besar,Pandu ditabalkan menjadi seorang raja dalam negri karena abangnya Dhresarasta buta.
Pandu mempunyai dua orang istri,Kunti dan Madri namanya.Karena sudah disumpah oleh seorang pertapa,Pandu tidak boleh menjamah istinya.Kunti menerima karunia dari Tuhan.Ia dikarunia seorang anak yang bernama Yudhistira (Dharmawangsa).Dengan memuji dewa Vayu(angin)  dia memperanakan Bima,kemudian lahirlah Arjuna.Dan karunia itu pun dipinjamkan kepada Madri,Madri memuji dewa kembar sehingga lahirlah seotang anak kembar yang diberi nama Sakula dan Sadewa.
Pada suatu hari,Pandu pergi berkelahi dihutan rimba.Sesudah kemnagkatan Pandu, Dhretarasta lalu naik kerajaan Dhretarasta mencari seorang guru yang mahir untuk mendidik anaknya (para Kaurawa) bersama-sama dengan putera adiknya yaitu para Pandawa Guru yang dicari untuk mengajar para putera raja ialah Drona, anak Bhradwaja.
Pada suatu hari, Drona mengumpulkan para putera raja dan meminta supaaya mereka sudi mengerjakan suatu perkara untuknya sesudah mereka pandai bermain senjata. Tak seorang pun menjawab. Hanya anak Pandawa yang ketiga, Arjuna, menyatakan kesediaan untuk menolong gurunya. Karena itu pula, Arjuna menjadi murid kesayangan Drona.
Arjuna menjadi pemanah yang pandai sekali. Tapi pada suatu hari ia bertemu dengan seorang pemuda yang lebih pandai memanah daripadanya. Pemuda yang dimaksud ialah Eklawya. Arjuna lalu memberitahu Drona tentang hal ini. Drona bertanya kepada Eklawya siapa gurunya. Eklawya menunjukkan patung Drona yang ada di situ. Tahulah Drona apa yang sudah terjaddi dan meminta upah dari Eklawya. Upahnya ialah ibu ari Eklawya. Sesudah memberikan ibu jarinya. Eklawya kehilangan kekuatannya. Arjuna pun menjadi pemanah yang tak ada tolok bandingnya pada zaman itu.
Pada suatu hari, suatu sayembara diadkan oleh raja Dhretarastra. Para Pandawa, Yudhistira, Bhima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa, sudah berkumpul di medan sayembara. Demikian juga para Kaurawa di bawah pimpinan Duryodhana. Pertarungan Bhima dan Duryodahana sedemikian hebatnya, sehingga Drona merasa perlu menghentikan permainan Bhima dan Duryodhana, takut kalau-kalau terjadi perkelahian yang sungguh-sungguh. Kemudaian Arjuna keluar mempertunjukkan kepandaiannya bermain berbagai senjata.
Sekarang Drona mau meminta ganjaran dari para muridnya tangkaplah Drupada, raja Pancala. Datang menghadap saya. Dhretarastra berpikir akan mengangkat Yudhistira menjadi raja. Karena takhta kerajaan memang milik ayah yudhistira. Dalam pada itu, nama pandawa juga sudah terkenal dimana-mana karena keperwiraan mereka. Duryodhana, anak Dhretarasta, sangat dengki kepada para Pandawa.
Raja Pancala, Drupada, mengadakan sayembara untuk memilih menantu. Barang siapa yang dapat melentur panah pusakanya, akan dikawinkan dengan Drupadi, anaknya yag rupawan. Semua raja yang besar-besar hadir dalam sayembara itu. Demikian juga dengan para pandawa. Tidak seorang raja pun yang dapat melenturkan panah tersebut.Raja Pancala,Drupada,mengadakan sayembara untuk meilih menantu.
Dihutan belantara para Pandawa membangun sebuah istana yang indah.Hutan belantara menjadi negri yang kaya raya.Semua raja yang besar-besar diundang keibukota oleh para Pandawa.Duryodhana juga ikut hadir dalampertabalan Yudhistira.
Masa duabelas tahun dalam hutan adalah masa yang penuh dengan kejadian.Krisna datang mengunjungi dan menghibur hati mereka yang duka.Seorang Risyi,Vyasa namanya datang menasihati Arjuna supaya bertapa.Arjuna mengikuti nasihatnya dan bertemu dengan seorang pemburu yang tidak lain tidak bukan jelmaan dewa Siwa.Dua belas tahun masa pembuangan sudah dilalui.Arjuna agak bimbang menghadapi peperangan ini karena musuh yang dihadapinya bukan orang lain melainkan saudara,kawan,dan gurunya sendiri.Krisna yang bijaksana dapat menghibur hati Arjuna dalam suatu percakapan yang terkenal yaitu Bhagavadgita.
Ketika peperangan dimulai,Bhisma menjadi panglima Kaurawa.Selama sembilan hari Kaurawa mempertahankan kaumnya.Kalau Bhisma tidak mati,tidak ada harapan menang bagi para Pandawa.Tetapi Arjuna masih ragu-ragu untuk memerangi Bhisma.Akhirnya para Pandawa menggunkan tipu muslimat:ketika seekor gajah yang bernama Aswathaman dibunuh para pandawa bersorak.”Aswathaman anak dhora sudah terbunuh.Pandawa sudah menang perang.Yudhistira ditabalkan menjadi raja memerintah Hastinapura.
Sesudah beberapa lama,para Pandawa mendengar bahwa Dheretarasta mangkat dihutan.Para Pandawa tahu bahwa ajal mereka sudah sampai dan mereka pun pergi mengembara.Para Pandawa satu persatu mati ditengah jalan.Hanyalah Yudhistira yang selamat ke kayangan.Di kayangan dia mendapat ujian dari para dewa.Tidak lama kemudian,adik-adiknya dan Draupadi juga sampai dikayangan.
Pariksit,cucu Arjuna menjadi raja di Hastinapura.Dan tidak lama kemudia dia di gigit mati oleh ular.Anaknya mengadakan korban ular untuk membunuh semua ular.Pada masa upacara berlangsung datanglah Vyasa,penyair yang terkenal itu,dan menyanyikan riwayat nenek moyangnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH KARANG AMPEL DAN ASAL USUL NAMA KARANG AMPEL - INDRAMAYU

SEJARAH DESA LOSARANG - INDRAMAYU

ASAL-USUL DESA LOYANG, SUMUR SANTRI DAN MISTERI ALAS SINANG / BUBUR GADUNG - INDRAMAYU